IDS dalam Keamanan Jaringan Komputer

Pengertian IDS

Intrusion Detection System (IDS) atau Sistem Pendeteksi Intrusi adalah sistem yang mengawasi lalu lintas jaringan terhadap tindakan yang mencurigakan pada suatu host atau jaringan. Jadi, setiap packet yang melalui jaringan akan dicek terlebih dahulu oleh IDS apakah packet tersebut termasuk kategori ancaman atau tidak. Jika ternyata ancaman, maka IDS akan membangkitkan alert untuk memberitahu administrator bahwa terdapat ancaman terhadap jaringan. Jika tidak, IDS menganggap sebagai packet normal/bukan ancaman.
IDS mempunyai dua metode dalam melakukan pendeteksian terhadap intrusi, yaitusignature based dan anomaly based. IDS berdasarkan signature mendeteksi adanya intrusi berdasarkan database yang sudah ada. Dengan kata lain,  intrusi tersebut sudah dikenali sebelumnya. Metode ini mirip seperti antivirus yang kita gunakan di komputer. Jadi semakin baik database signature, pendeteksian akan semakin optimal. Kekurangan dari metode ini ialah jika terdapat pola serangan baru, maka intrusi tidak akan dikenali oleh IDS. Sedangkan anomaly based, mendeteksi intrusi berdasarkan kondisi traffic yang tidak biasanya. Contoh, apabila keadaan trafik normal jaringan 1mbps, tiba-tiba pemakaian bandwidth naik menjadi 4mbps, maka IDS berdasarkan anomaly based ini akan menganggap adanya intrusi terhadap jaringan. Kelemahan dari metode ini adalah banyaknya false positive, dimana  terdapat kesalahan terhadap pendeteksian  karena kondisi normal bisa saja dianggap sebagai intrusi.
Jenis IDS :
  1. Network-based Intrusion Detection System (NIDS): Semua lalu lintas yang mengalir ke sebuah jaringan akan dianalisis untuk mencari apakah ada percobaan serangan atau penyusupan ke dalam sistem jaringan. NIDS umumnya terletak di dalam segmen jaringan penting di mana server berada atau terdapat pada “pintu masuk” jaringan. Kelemahan NIDS adalah bahwa NIDS agak rumit diimplementasikan dalam sebuah jaringan yang menggunakan switch Ethernet, meskipun beberapa vendor switch Ethernet sekarang telah menerapkan fungsi IDS di dalam switch buatannya untuk memonitor port atau koneksi.
  2. Host-based Intrusion Detection System (HIDS): Aktivitas sebuah host jaringan individual akan dipantau apakah terjadi sebuah percobaan serangan atau penyusupan ke dalamnya atau tidak. HIDS seringnya diletakkan pada server-server kritis di jaringan, seperti halnya firewall, web server, atau server yang terkoneksi ke Internet.

Sumber :

https://sived.wordpress.com/2012/05/12/mengenal-ids-dan-ips-dalam-keamanan-jaringan/
https://basingna.wordpress.com/2013/04/01/pengertian-ids/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan Green Computing dan Smart City

Ancaman atau Celah Keamanan Jaringan Komputer

Konsumsi daya Green Cloud melalui virtual box pada laptop HP 431